contoh kalimat feeling like
- Feelings like that only exist in fairy tales.
Perasaan bagus seperti itu milik buku cerita dongeng. - He's been carrying feelings like that the whole time.
Dia sudah membawa perasaan itu sepanjang waktu. - Just feel the feelings like the rest of us.
Merasakan perasaan seolah hanya kita yang tersisa. - Because myself never hurts my feelings like certain heavy-set bears.
Sebab diriku tak pernah melukai perasaanku seperti beruang berbobot berat. - I wasn't brought up to manage feelings like that very well.
Aku tidak dibesarkan untuk mengolah perasaanku dengan sangat baik seperti itu. - I know feelings like that, they don't... You know, they don't just go away.
Perasaaan semacam itu tak bisa hilang begitu saja. - I've been telling you about my feelings like a joke for 15 years.
Aku sudah meberitahumu tentang perasaanku seperti sebuah lelucon selama 15 tahun. - Well, that's what happens when you bottle up your feelings like that.
Nah , itulah yang terjadi ketika Anda botol up perasaan seperti itu . - We just have to accept that guys don't care about our feelings. Like, the other day, I was walking with Artie
Seperti, hari lainnya, Saya berjalan dengan Artie - And allowing bad feelings, like greed and hatred, to grow and fester inside us, just breeds more of the same.
Dengan membiarkan PERASAAN BURUK seperti DENDAM dan KEBENCIAN... TUMBUH semakin cepat dalam diri kita, HASILNYA AKAN SAMA SAJA. - The middle two sections make up our limbic brains, and our limbic brains are responsible for all of our feelings, like trust and loyalty.
Dua bagian di tengah adalah sistem limbik otak. Limbik otak bertanggung jawab untuk perasaan kita, seperti kepercayaan dan kesetiaan. - Psychologist Christopher Peterson wrote that even professional positive psychologists may be implicitly perpetuating "The Extrovert Ideal", for example, by privileging activated feelings like happiness while undervaluing quiet feelings like contentment.
Psikolog Christopher Peterson menulis bahwa bahkan para psikolog positif profesional sekalipun bisa mempertahankan "Pemikiran Ekstrover", misalnya dengan mengutamakan perasaan ceria namun mengabaikan perasaan diam. - Psychologist Christopher Peterson wrote that even professional positive psychologists may be implicitly perpetuating "The Extrovert Ideal", for example, by privileging activated feelings like happiness while undervaluing quiet feelings like contentment.
Psikolog Christopher Peterson menulis bahwa bahkan para psikolog positif profesional sekalipun bisa mempertahankan "Pemikiran Ekstrover", misalnya dengan mengutamakan perasaan ceria namun mengabaikan perasaan diam.